simetris.padang.go.id +62 852-6334-5467

Capaian Kinerja 2025
DINAS KESEHATAN

1. Memperkuat sistem kesehatan daerah dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan

Indikator:

1. Cakupan Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 99 % 98.34 % tidaktercapai (99.33 %) Faktor Pendorong : 1. Koordinasi antara BPJS Kesehatan dan OPD terkait (Tim Satgas) yang selalu dilakukan evaluasi terkait cakupan kepesertaan JKN 2. Peran Lintas Sektor di Tingkat Kecamatan dan Kelurahan yang selalu aktif dalam melakukan pemutakhiran data kepesertaan JKN Faktor Penghambat : 1. Jumlah Penduduk yang bertambah setiap per semester sehingga sasaran JKN menjadi meningkat. 2. Kepesertaan PBI JK non aktif yang mengakibatkan cakupan kepesertaan dan keaktifan peserta menurun 3. Kepesertaan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha yang masih ada karyawannya belum terdaftar menjadi peserta JKN dan menunggak iuran jaminan kesehatan
TW I belum
TW II belum
TW III belum
TW IV 99 % 98.34 % tidaktercapai (99.33 %)

2. Universal Health Coverage (UHC)

Indikator:

1. Persentase keaktifan kepesertaan JKN

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 80 % 80.33 % tercapai (100.41 %) Faktor Pendorong : 1. Koordinasi antara BPJS Kesehatan dan OPD terkait (Tim Satgas) yang selalu dilakukan evaluasi terkait cakupan kepesertaan JKN 2. Peran Lintas Sektor di Tingkat Kecamatan dan Kelurahan yang selalu aktif dalam melakukan pemutakhiran data kepesertaan JKN
TW I belum
TW II belum
TW III belum
TW IV 80 % 80.33 % tercapai (100.41 %)

3. Peningkatan pelayanan integrasi layanan primer

Indikator:

1. Jumlah Kematian Ibu

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 12 orang 14 orang tidaktercapai (83.33 %) 1. Pengetahuan masyarakat yang masih kurang tentang kehamilan -->ibu yang layak hamil 2. Pemantauan ibu hamil yang kurang maksimal untuk ibu hamil yang kontrol kefaskes lainnya atau klinik 3. Kurangnya dukungan keluarga terutama suami kepada ibu hamil berisiko tinggi 4. Belum maksimalnya program pemberdayaan masyarakat
TW I 4 orang 4 orang tercapai (100 %)
TW II 8 orang 8 orang tidaktercapai (75 %)
TW III 10 orang 12 orang tidaktercapai (80 %)
TW IV 12 orang 14 orang tidaktercapai (83.33 %)

2. Peningkatan INM FKTP

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 100 % 100 % tercapai (100 %) Faktor Pendorong : DKK Padang sudah memberikan pelatihan/workshop tentang INM kepada FKTP, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kepatuhan pelaporan INM FKTP
TW I 100 % 78 % belum (78 %)
TW II 100 % 88 % belum (88 %)
TW III 100 % 90.9 % belum (90,9 %)
TW IV 100 % 100 % tercapai (100 %)

3. Persentase stunting

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 2,55 % 2.52 % tercapai (101.18 %) Faktor pendorong penurunan angka stunting (e-ppgbm) : 1. Meningkatnya pemberian dan penerimaan manfaat PMT Lokal baik pada ibu hamil maupun balita 2. Tersedianya PKMK yang cukup untuk balita stunting baik dari sumber anggaran APBD, CSR dan pusat 3. Monitoring dan Evaluasi yang berjalan masif baik dilakukann setiap minggu, bulanan dan tahunan
TW I 2,55 % 2.61 % belum (97,60%)
TW II 2,55 % 2.62 % belum (97.20%)
TW III 2,55 % 2.65 % belum (96%)
TW IV 2,55 % 2.52 % tercapai (101.18 %)

4. Jumlah kematian balita

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 133 orang 126 orang tercapai (105.26 %) 1. Adanya kegiatan yang meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengawasan kesehatan ibu hamil bayi dan balita seperti kegiatan P4K, kegiatan kelas ibu hamil, ibu balita 2. Ada nya kegiatan peningkatan kapasitas petugas kesehatan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak Seperti pendampingan dokter spesialis anak dan obgin ke faskes dan Puskesmas dalam penangana ke gawat daruratan neonatal dan maternal, workshop manajemen terpadu balita sakit dan manajemen terpadu bayi muda.
TW I 34 orang 33 orang tercapai (102.94 %)
TW II 68 orang 75 orang belum (89.70 %)
TW III 101 orang 101 orang tercapai (100 %)
TW IV 133 orang 126 orang tercapai (105.26 %)

4. Peningkatan pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular

Indikator:

1. Succes Rate TB

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 93 % 91.50 % tidaktercapai (98.39%) Faktor Pendorong : 1. Pengawasan minum obat oleh nakes dan kader 2. Kunjungan TBC Mangkir Faktor Penghambat : Pasien TBC menolak pengobatan dan putus berobat (LTFU 4,3?n Meninggal 3,9%)
TW I 22.5 % 23.7 % tercapai (105.33%)
TW II 46 % 44.40 % belum (96.52%)
TW III 69.50 % 67.20 % belum (96.69%)
TW IV 93 % 91.50 % tidaktercapai (98.39%)

2. Peningkatan skrining penyakit

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 36 % 38.56 % tercapai (107.11 %)
TW I 9 % 0,07 % belum (0,77 %)
TW II 18 % 9.30 % belum (51.66 %)
TW III 27 % 24.66 % belum (91.33 %)
TW IV 36 % 38.56 % tercapai (107.11 %)

5. Peningkatan ketersediaan sarana prasarana, alat kesehatan, Sumber Daya Manuasia Kesehatan (SDMK) dan Kefarmasian

Indikator:

1. Peningkatan ketersediaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP)

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 100 % 100 % tercapai (100 %) Faktor Pendorong : Adanya tambahan jumlah obat, Vaksin dan BMHP yang diadakan di Puskesmas sehingga dapat mempertahankan Tingkat Ketersediaan Obat di Dinas Kesehatan
TW I 80 % 80 % tercapai (100 %)
TW II 90 % 90 % tercapai (100 %)
TW III 96 % 96 % tercapai (100 %)
TW IV 100 % 100 % tercapai (100 %)

2. Peningkatan kompetensi SDMK

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 100 % 100 % tercapai (100 %) Faktor Pendorong : 1. Dukungan anggaran pelatihan bersumber DAK NF dari Kemenkes RI untuk Pelatihan yang telah direncanakan 2. Terpenuhinya syarat peserta untuk Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam mengikuti pelatihan yang telah ditentukan
TW I belum
TW II belum
TW III 33.3 % 33.30 % tercapai (100 %)
TW IV 66.7 % 66.70 % tercapai (100%)

3. Persentase ketersediaan alat kesehatan

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 60 % 60.97 % tidaktercapai (101.6 %) Pada TW II, TW III, TW IV adanya penyesuaian ASPAK terhadap PMK 19 Tahun 2024 yang sampai saat ini masih berproses.
TW I 60 % 75,6 % tercapai (126 %)
TW II 60 % 57,4 % belum (95.66 %)
TW III 60 % 58 % belum (96.66 %)
TW IV 60 % 60.97 % tercapai (101.6 %)

6. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan

Indikator:

1. Peningkatan INM rumah sakit

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 80 % 84 % tercapai (105%) Faktor Pendorong : Terdapat kewajiban fasyankes melakukan peningkatan mutu secara internal sesuai dengan Undang-Undang dan Dinas Kesehatan melakukan monitoring dan evaluasi setiap bulannya DKK Padang sudah memberikan pelatihan/workshop tentang INM kepada FKRTL (Rumah Sakit), melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kepatuhan pelaporan INM FKRTL (RS)
TW I 80 % 81 % tercapai (101.36 %)
TW II 80 % 89 % tercapai (111.11%)
TW III 80 % 84 % tercapai (104.94%)
TW IV 80 % 84 % tercapai (105%)

7. Meningkatnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah

Indikator:

1. Nilai SAKIP

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 84,5 84.5 tercapai (100 %)
TW I belum
TW II belum
TW III belum
TW IV 84,5 84.5 tercapai (100 %)

2. Nilai Kepuasan Masyarakat (IKM)

Periode Target Realisasi Capaian (%) Analisis Penyebab Keberhasilan
Tahunan 89 93 tercapai (104.49 %)
TW I belum
TW II belum
TW III belum
TW IV 89 93 tercapai (104.49 %)